Sunday, 01 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Merosot, Optimisme Pasca Fed Topang Kenaikan Mingguan
Friday, 19 September 2025 16:12 WIB | OIL |brent oilOil,Crude Oil

Harga minyak merosot pada hari Jumat (19/9) di tengah meningkatnya kekhawatiran atas perlambatan permintaan AS, tetapi masih berada di jalur untuk kenaikan mingguan karena pemangkasan suku bunga Federal Reserve dapat memacu konsumsi.

Pada pukul 04:50 ET (08:50 GMT), harga minyak berjangka Brent untuk bulan November turun 0,5% menjadi $67,11 per barel, dan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate turun 0,7% menjadi $63,10 per barel.

Kedua harga acuan tersebut berada di jalur untuk kenaikan tipis minggu ini karena meningkatnya permusuhan antara Rusia dan Ukraina memicu spekulasi akan adanya gangguan pasokan lebih lanjut.

Meskipun demikian, Presiden Trump telah menyerukan penurunan harga minyak untuk menekan Moskow agar mengakhiri perang di Ukraina. Trump mengatakan perang akan berakhir "jika harga minyak turun," dan berulang kali menyerukan agar negara-negara berhenti membeli bahan bakar dari anggota OPEC+ tersebut.

Minyak tertopang oleh pemangkasan suku bunga The Fed

Pasar minyak mentah terdongkrak oleh pemangkasan suku bunga The Fed dan sinyal akan pemangkasan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Suku bunga AS yang lebih rendah diperkirakan akan membantu menopang permintaan dalam beberapa bulan mendatang.

Hal ini mungkin diperlukan karena data inventaris AS minggu ini menunjukkan peningkatan tajam dalam stok distilat, yang mengindikasikan perlambatan permintaan AS seiring berakhirnya musim berkendara musim panas.

Tanda-tanda berlanjutnya penurunan pasar tenaga kerja AS juga membuat pasar minyak waspada terhadap perlambatan permintaan.

Selain itu, ekspektasi pasokan yang lebih tinggi didorong oleh Kazakhstan yang melanjutkan pasokan minyak melalui pipa Baku-Tbilsi-Ceyhan (BTC) pada awal September, ungkap pemerintah minggu ini.

Pasokan melalui jalur tersebut dihentikan pada bulan Agustus karena masalah kontaminasi. Pipa tersebut terutama digunakan untuk mengekspor minyak dari tiga ladang minyak utama, dan juga memungkinkan Kazakhstan mengekspor minyak tanpa bergantung pada Rusia sebagai jalur utama.

Di tempat lain, Nigeria mencabut status darurat di Negara Bagian Rivers yang kaya minyak setelah enam bulan, dengan menyatakan bahwa krisis konstitusional di wilayah tersebut telah terselesaikan.

Wilayah ini merupakan pusat ekspor utama bagi industri minyak Nigeria, dengan militan di masa lalu telah menargetkan jaringan pipa lokal. (Arl)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS